Selasa, 3 November 2026 16:53:26 WIB
SMK Ma'arif 9 Kebumen

Menu

Selamat datang di website resmi SMK Ma'arif 9 Kebumen   ✦   Siap Kerja, Santun, Mandiri!   ✦   Mewujudkan generasi yang kompeten, berkarakter, dan berakhlak mulia   ✦  

Sejarah Pendirian dan Dewan Pendiri

Hari Kelahiran SMK Ma’arif 9 Kebumen

Pengurus MWC NU (Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Kecamatan Klirong memiliki peranan yang kuat dalam memprakarsai lahirnya SMK Ma’arif 9. Secara organisatoris MWC NU Kecamatan Klirong merupakan penggagas resmi berdirinya SMK Maarif 9. Diawali dengan dibangunya kantor MWC NU yang terdiri dari  4 ruangan besar dan 2 ruangan kecil yang semula akan dijadikan pusat  sekretariat organisasi NU dari MWC, Muslimat, IPNU/IPPNU, Ansor, Fatayat dan lainya kemudian berkembang ide dari pengurus MWC yang mengusulkan pemanfaatan ruang untuk  penyelenggaraan pendidikan yang berbasis NU. Ide pendirian sekolah ini kemudian berkembang menjadi besar dan ditetapkanlah sebagai program MWC NU Klirong.  KH. Chumroni BA selaku Ketua Tanfidziah MWC NU Klirong pada saat itu merupakan motor utama penggagas ide berdirinya SMK Ma’arif 9. 

Pada awalnya Pengurus MWC NU Klirong mengalami kebimbangan tentang bentuk sekolah yang akan diselenggarakan. Atas dasar masukan dari berbagai pemikiran anak muda generasi NU di Klirong Setelah dilakukan kajian-kajian kemudian diputuskan untuk mengambil jurusan SMK berbasis teknologi dan bismen. Karena adanya aturan keorganisasian di NU, bahwa penyelenggaraan pendidikan di bawah NU dikelola oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif maka selanjutnya terkait persyaratan formal juga menggunakan atau atas nama Lembaga Pendidikan Ma’arif Cabang Kebumen dan bukan menggunakan bendera MWC NU Klirong. 

Foto

Keterangan : K.H.Nasirudin Al Mansur (Wakil Bupati Kebumen) meresmikan SMK Ma’arif 9 Kebumen didampingi pendiri SMK Ma’arif dan jajaran MWC NU Kecamatan Klirong. 

Orientasi pendirian sekolah (SMK Ma’arif) di Klirong didasari adanya kepentingan besar pengurus MWC NU untuk melakukan pengembangan paham ahlussunah wal jama’ah an nahdliyah khususnya para generasi muda. Bentuk SMK dianggap memiliki peranan strategis sebagai sarana pengembangan pahan NU di Klirong. Dengan dukungan dari warga Nahdliyin Klirong optimistis dapat memperoleh dukungan animo yang kuat. Apalagi Kecamatan Klirong banyak diansumsikan  sebagai basisnya priyayi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pendidikan. Sikap percaya diri juga di dukung dengan rencana tempat sekolah yang strategis dipinggir jalan raya Kebumen-Petanahan yang dilewati angkutan transportasi umum. Dukungan lain yang menjadi dasar pertimbangan adalah banyaknya  SLTP di Klirong yang berkembang secara pesat khususnya dalam kuantitas jumlah siswa. Diharapkan dari lulusan SLTP sekitar lokasi pendirian sekolah  seperti MTs N Klirong, SMP N Klirong dan SMP PGRI Klirong mau bergabung untuk meneruskan di  SMK yang terdekat. Mereka tidak perlu jauh jauh mencari sekolah ke kota dengan cost transportasi tinggi. 

Foto

Berikut ini adalah personil pendiri SMK Ma’arif 9 Klirong berfoto bersama Bupati Kebumen sebelum peresmian SMK Ma’arif 9 Klirong Kebumen.  {Dari kiri: Milyono,SH (Camat Klirong), Drs.Mustofa Depe,M.Pd,(Pendiri SMK Ma’arif 9) Fuad Hasyim,S.Ag (Kepala SMK Ma’arif 9), H.Khumroni (Ketua Tanfid MWC NU Klirong), K.H.Margono (Suriah NU), Dra.Hj. Rustriningsih,M.Si (Bupati Kebumen) dan Imam Satibi,M.Pd.I (Pendiri SMK Ma’arif 9)}

Lembaga Pendidikan Ma’arif Cabang Kebumen atas inisiatif para ulama yang mengharapkan adanya SMK di  Kecamatan Klirong. Diawali dengan diskusi diskusi kecil oleh para ulama kyai-kyai sepuh dan tokoh tokoh muda NU tentang eksistensi NU di Klirong akhirnya muncul berbagai ide yang mengarah di didirikanya sekolah di Kec Klirong sebagai wahana kaderisasi dan pengembangan organisasi NU di tingkat lokal. Ide ini selanjutnya bergulir dan direspon secara resmi sebagai program unggulan MWC Kecamatan Klirong sebagai dewan pendiri. Menjawab kapan waktu berdirinya SMK Ma’arif 9 berdiri, itu bukanlah suatu yang mudah. Untuk dapat menjawab hal itu, kita harus menentukan lebih dahulu acuan yang menjadi tolak ukur untuk menghitung tanggal lahirnya SMK Ma’arif 9. 

Banyak hal yang dapat menjadi pedoman untuk menentukan hari lahirnya (HARLAH) sekolah. Apabila di tinjau dari aspek legal formal keberadaan SMK Ma'arif 9, tentunya harus merujuk kepada surat izin operasional dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen pada saat itu sebagai pihak pemangku pendidikan. Apabila kita mendasarkan pada surat tersebut maka dapat di ketahui bahwa hari lahirnya SMK Ma’arif 9 Kebumen adalah tanggal 13 April 2003. Sedangkan apabila merujuk secara informal yakni peresmian sekolah  oleh Bupati Rustriningsih M.Si pada saat itu, justru dilaksanakan lebih awal pada 10 Maret 2003. Hal ini disebabkan dengan adanya proses administrasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah sehingga suratnya  baru dapat ditanda tangani dan diserahkan satu bulan setelah peresmian. Dengan demikian maka 10 Maret juga dapat dijadikan tonggak kelahiran SMK Maarif 9. Persepsi yang kedua ini nampaknya lebih kuat untuk  dijadikan rujukan, hal ini disebabkan dengan publikasi atau launching  yang telah disampaikan ke kemasyarakat pada saat itu secara besar besaran melalui pengerahan massa dalam bentuk pengajian akbar.    

Sebagai modal awal yang pada saat itu dimiliki oleh SMK Ma’arif 9 hanyalah kesiapan ruang sejumlah 3 ruang kelas, 1 ruang praktek, 1 ruang kantor, 1 ruang Kepala Sekolah dan 1 ruang dapur. Sarana bangunan merupakan milik MWC yang sejak awal telah disiapkan untuk kantor MWC dan persiapan pendirian SMK. Pembangunan ruang dilakukan oleh panitia pembangunan dari MWC NU Klirong yang telah bekerja secara keras melalui penggalangan swadaya masyarakat warga NU di Kecamatan Klirong baik melalui jariyah maupun sumbangan material seperti kayu, bambu dan material yang lain. Adapun tanah yang ditempati merupakan tanah waqaf dari warga NU. 

Persiapan yang paling berat dilakukan oleh pendiri adalah menyiapkan kelengkapan visitasi atau kunjungan. Tim peninjau lapangan tidak ingin tahu dari mana asal muasal sarana kelengkapan penunjang akademik, yang pasti harus benar benar ada secara fisik tentang alat kelengkapan akademik. Demikian pula dengan administrasi calon tenaga pendidikan dan kependidikan harus dapat ditunjukan secara nyata sesuai dengan kompetensi keilmuan yang diperlukan dengan dibuktikan ijazah terakhir. Untuk persiapan ini tentunya para pendiri tidak hanya mengandalkan kemampuan yang dimiliki, tapi juga dengan dukungan dari sekolah SMK Ma’arif yang lain, seperti SMK Ma’arif 4 dan Ma’arif 7 Kebumen yang membantu dengan persiapan komputer dan perlengkapan praktik otomotif. 

Pendiri SMK Maarif 9

Secara kelembagaan atau formal, SMK Ma’arif 9 di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Kebumen. Lembaga ini merupakan departementasi dari oraganisasi besar jam’iyah Nahdlatul Ulama khususnya ditingkat cabang Kebumen. Dalam hal pendirian SMK Ma’arif 9 PC LP Ma’arif NU Kebumen lebih berperan sebagai payung hukum pendirian sebagai dasar yuridis penyelenggaraan yg dikuatkan pada akte notaries pendirian/badan hukum, selebihnya peran utama di kendalikan oleh pendiri secara penuh. Pada saat itu PC LP Ma’arif Kebumen dijabat oleh Drs. H. Ari Tasiman dan Drs. Ridwan sebagai sekretaris. Sebagai penanggungjawab penyelenggara PC LP Ma’arif NU Kebumen mengeluarkan Surat Keputusan tertanggal 1 Januari 2003 tentang Tim pendiri sekolah .

Adapun susunan nama nama pendiri: 


Penasehat

 

 

:  KH. Margono Rustam 

   KH. Agus Kahfi

   KH. M Chotim

   K. Nurudin

Ketua I

 

 

:  H. Chumroni BA

Ketua II

 

 

:  Drs. Mustofa Depe M.Pd

Sekretaris

 

 

:  Fuad Hasim . S.Ag 

Sekretaris II                          :  Budiyono S.Pd

Bendahara I                         :  Hj. Siti Maemunah 

Bendahara II                        :  Ir. Sri Heri Susanti

Sie. Personalia                     :  Muhadi.S A.Md 

Sie. Kurikulum                     :  Imam Satibi M.Pd I

Sie. Sarana Prasarana          :  K. Ahmad Musholi

Berkat kekompakan dan kerja keras para pendiri akhirnya proses perizinan berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala yang berarti. Surat izin operasional penyelenggaraan SMK Ma’arif 9 Kebumen di Klirong terbit sebagaimana kompetensi keilmuan yang diajukan yakni jurusan teknologi dan Bismen dengan prodi otomotif, perkantoran/sekretaris dan pemasaran/penjualan. Penggabungan antara teknologi dan bismen diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan animo masyarakat di Kecamatan Klirong dan sekitarnya. 

Pasca Pendirian

Setelah semua proses pendirian selesai, maka tugas pendiri adalah menyiapkan operasionalisasi guna penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2003/2004. Disadari oleh pengurus bahwa tahap operasional merupakan pekerjaan yang jauh lebih berat dibandingan proses  mencari izin operasional.  Para pendiri kemudian membentuk diri dan berubah nama menjadi pengurus sekolah dan komite sekolah. Maka dibentuklah pengurus dengan komposisi 9 H. Chumroni BA sebagai Ketua Pengurus dan Imam Satibi M.Pd I sebagai Ketua Komite. Anggota pengurus dan komite merupakan unsur yang sama (rangkap jabatan) supaya terjadi satu kesatuan atau soliditas. Pengurus sekolah adalah merupakan tangan panjang dari PC LP selaku pemangku sekolah ma’arif.

Tugas pengurus tahap berikutnya adalah menetapkan personil pelaksana atau pengelola sekolah.  Maka disepakati oleh semua pengurus salah satu unsur personil pendiri Sdr. Fuad Hasim, S.Ag ditunjuk melaksanakan amanah memangku jabatan sebagai Kepala Sekolah pertama. Berbagai upaya untuk memajukan sekolah, dimulai dari rekruitmen guru dan staf, pembentukan panitia penerimaan siswa baru, dan pemenuhan sarana prasarana pembelajaran. Berkat kerja keras antara pengurus dan pihak sekolah maka penerimaan siswa baru dapat memenuhi target 3 kelas. 

Program tahun berikutnya yang dilakukan sekolah adalah pegembangan area sekolah. Hal ini mengingat keterbatasan ruang dan lahan kosong yang ada. Upaya penggalian dana melalui wali siswa kelas satu angkatan pertama ternyata dapat digunakan untuk pembebasan tanah di sekitarnya. Selanjutnya sekolah dibawah kepemimpinan Fuad Hasim S.Ag berjuang keras melalui usulan bantuan pemerintah baik daerah, provinsi maupun pemerintah pusat untuk memperoleh bantuan RKB (Ruang Kelas Baru). Demikian pula dengan pemenuhan sarana praktik juga menjadi fokus pengembangan sekolah. Selama kuarang lebih 5 tahun dibawah top manageman Fuad Hasim S.Ag telah berhasil menambah 7 ruang kelas baru berikut sarana praktik. Keberhasilan lain yang telah dilakukan sekolah adalah memfasilitasi perpindahan (relokasi) SMP Ma’arif 3 yang semula di Dorowati, dapat dipindah di lokasi komplek Masjid Kauman Klirong. Hal ini diharapkan kedepan dapat menjadi basis utama input animo SMK Ma’arif 9. SMK Ma’arif 9 Klirong memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat dengan membuka  3 (tiga) program keahlian yaitu :

1.    Teknik mekanik Otomotif

2.    Bisnis manajemen pemasaran

3.    Akuntansi

Alhamdulillah dengan amanat yang sudah diberikan tersebut beberapa perubahan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Perubahan tersebut tampak nyata dilihat dari meningkatnya jumlah siswa dari tahun ke tahun, fasilitas dan infrastuktur sampai pada open manajemen pengelolaan sekolah. Pendiri dan pengelola merasa tertantang untuk selalu meningkatkan mutu layanan pendidikan, maka SMK Ma’arif 9 Kebumen mengembangkan sayap menjalin relasi dengan beberapa Dunia Usaha/Dunia Industri baik tingkat local maupun nasional. Hal tersebut dimaksudkan memberikan kesempatan serta peluang kerja bagi alumni SMK Ma’arif 9 Kebumen. 

Perkembangan Ma’arif 9 Kebumen

Tahun 2003 adalah sebagai tahun dimana kami mulai melangkahkan kaki pertama memasuki ajaran baru 2003/2004. Modal kami gedung aset Majelis Wakil Cabang NU Klirong dan perlengkapan sekolah sebagian milik SMP Ma’arif 3 Kebumen yang tidak terpakai. Dengan semangat membara, tidak ada uang sepeserpun untuk operasional Sekolah. Keuangan pertama kami peroleh dari iuran guru dan karyawan SMK Ma’arif 9 Kebumen, selama tahun ini segala keterbatasan yang ada menjadi pendorong semangat untuk terus melangkah.

Memasuki tahun kedua, gedung MWC  Klirong (Gedung Utara)  tidak mampu menampung siswa yang ada, kami meminjam gedung di Lingkungan Masjid Kauman Klirong (Ex MTs N Klirong), di gedung tersebut kami menempati selama 4 tahun. Pada tahun ini sekolah mulai mampu membeli perlengkapan praktik minimal untuk praktik otomotif maupun akuntansi, dan kami mempunyai dua lokasi kegiatan belajar mengajar. Gedung Utara di gunakan untuk praktik dan 3 ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sedangkan  gedung selatan untuk kegitan belajar mengajar (ruang kelas).

Tahun ketiga sampai dengan keempat kami mulai mampu mangembangkan dengan membeli tanah disebelah timur Gedung MWC NU. Diawali dengan membeli tanah milik Bapak Projo Sutirto seluas + 27 ubin, setahun kemudian membeli tanah milik Bapak Sanisman seluas + 26 ubin dan membeli tanah milik Bapak Pasikun seluas + 26 ubin. Perlengkapan dan peralatan praktik maupun kantor sudah mulai tertata. Pada tahun kelima pondasi bangunan dari pembelian tanah pertama kami tancapkan. Di atas tanah itu kami rencanakan empat buah ruang kelas berlantai dua. Sementara itu, di tanah pembelian kedua di bangun gedung berlantai 2 dengan 6 ruang kelas. Dana Pembangunan gedung ini kami peroleh dari berbagai sumber. Berkat kerja keras dari berbagai pihak gedung 6 kelas dua lantai tahun keenam dapat ditempati. Meskipun pembangunan gedung menjadi prioritas utama kami, tetapi sarana penunjang pembelajaran tidak lupa untuk terus ditingkatkan. 

Pada tahun keenam pondasi bangunan untuk empat ruang kelas berlantai dua sebelumnya kami bangun kami teruskan. Hasil kerja keras seluruh keluarga besar Ma’arif 9 dan sumber dana dari berbagai pihak pada tahun ketujuh gedung 4 ruang 2 lantai ini sudah bisa kami tempati. Mulai tahun ketujuh ini kami mulai mapan dari segi gedung atau ruang kelas, dan menempati satu lokasi yaitu di gedung utara. Dalam usia yang kedelapan atau sewindu ini, seluruh semangat dan tenaga kami curahkan untuk membangun dan mempertahankan Ma’arif 9 ini. Inovasi-inovasi baru terus kami kembangkan demi kemajuan sekolah ini. Pada tahun 2008 ada reorganisasi Kepala sekolah dari yang tadinya Fuad Hasim, S.Ag kemudian digantikan oleh Bambang Setiyono, S.Sos, dalam periode kepemimpinan Bambang setiyono, S.Sos SMK Ma’arif 9 juga terus mengalami perkembangan, baik perkembangan infrastruktur maupun perkembangan jumlah siswa.

Periode kepemimpinan Bambang Setiyono, S.Sos dari tahun 2008 – 2013. Pada tahun 2013 ada reorganisasi struktural sekolah, yakni pergantian kepala sekolah dari Bambang Setiyono, S.Sos digantikan Hasim Asngari, S.Pd.I untuk periode 2013 – 2017. Dalam kurun waktu tersebut SMK Ma’arif 9 Kebumen juga terus mengalami peningkatan dan kemajuan baik dari segi sarana prasarana maupun jumlah siswa yang terus bertambah. Pada tahun 2017 juga ada reorganisasi struktural sekolah, namun untuk jabatan kepala sekolah masih dipegang oleh Hasim Asngari, untuk periode 2017 – 2021. Pada tahun 2018 jumlah siswa sebanyak 950 yang terbagi menjadi 28 rombel terbagi menjadi 3 program keahlian, 16 rombel untuk prodi TKR, 8 rombel prodi akuntansi dan 4 rombel untuk prodi Rekayasa Perangkat Lunak. Pada tahun 2018 juga digagas untuk adanya sekolah industri atau sekolah yang berbasis ekonomi, yaitu masing-masing prodi harus memiliki unit produksi yang sesuai dengan jurusan masing-masing, sehingga  para lulusan SMK Ma’arif 9 Kebumen nantinya siap sebagai tenaga kerja perusahaan maupun sebagai wirausaha.

Kepemimpinan dari Masa ke Masa

Periode

Kepala Sekolah

2003 – 2008

Fuad Hasim, S.Ag.

2008 – 2013

Bambang Setiyono, S.Sos.

2013 – 2021

Hasim Asngari, S.Pd.I. (dua periode: 2013–2017 dan 2017–

2021)

Saat ini

Warsono, S.T.